Cyber Rektorat IPB Dijarah Maling Kantor Pengembangan Sistem Informasi (KPSI) Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk sementara tidak membuka layanan di cyber Rektorat. Pasalnya, sebanyak 15 unit CPU dan monitor, yang menjadi fasilitas cyber yang berada di lantai 2 Gedung Rektorat kampus IPB Darmaga raib diangkut oleh maling, Rabu (29/11) pagi. Ke-15 unit CPU dan monitor tersebut seluruhnya berada di ruang cyber staf dan Ruang Program/Kabid Pengembangan dan Layanan. Kepala Kantor KPSI, Ir. Julio Adisantoso, M.Komp., yang ditemui di ruangannya menuturkan, ia mengetahui peristiwa ini sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak mengajar, setelah mendapat kabar dari seorang cleaning service. “Yang jadi pertanyaan, kok bisa ya dia (maling) mengambil semua itu dengan tanpa meninggalkan kerusakan di ruangan. Semua tampak rapi. Saya perhatikan tidak ada pemaksaan saat dia harus melepas kabel-kabel yang ada di CPU, melainkan dia melepas satu-persatu kabelnya. Padahal, untuk menyelesaikan satu CPU saja membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit,” papar Julio yang didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Jaringan, Heru Sukoco, S.Komp, M.Komp. Saat ditanya berapa kerugian yang dialami oleh KPSI, Julio mengatakan, harga satu CPU Rp 6-7 juta. Namun, kerugian yang tidak ternilai adalah hilangnya program-program yang tengah dikembangkan, yakni sistem akademik, kepegawaian dan keuangan. “Kita harus mulai lagi dari awal, mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan. Dan itu membutuhkan waktu lama,” ujar Julio seraya mengatakan, tidak tahu kapan cyber Rektorat akan kembali aktif. Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Unit Kemananan Kampus (UKK) IPB, Drs. Subagyo, MM., mengatakan, saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Darmaga. Selain itu, lanjutnya, 2 buah CPU berhasil ditemukan di semak-semak dekat Pintu II IPB, dan 1 buah monitor di luar jendela KPSI. “Mungkin mereka kelelahan, karena harus mengangkut satu persatu barang yang dijarahnya. Ketiga barang yang diketemukan saat ini ada di kantor UKK,” kata Subagyo yang menduga aksi ini dilakukan minimal oleh tiga orang. Lebih jauh Subagyo menjelaskan, pada pagi itu pengamanan kampus masih berjalan. Bahkan sebagaimana diperkuat oleh satpam Jayadi, pihaknya melakukan kontrol terakhir pada pukul 03.30 WIB dan 05.30 WIB. Karenanya, Jayadi memperkirakan, komplotan maling ini beraksi sekitar pukul 04.00 WIB. Pada bagian lain, Jayadi bertutur, penemuan 2 buah CPU tersebut diketahui pertama kali oleh seorang pejalan kaki sekitar pukul 06.00 WIB, yang kemudian melaporkannya pada satpam Aeng Haeruddin yang bertugas sift pagi. Sementara itu, dari pantauan Pariwara di Tempat Kejadian Perkara (TKP), masih terlihat sebuah bangku panjang yang disandarkan pada tiang awning, tempat yang diduga menjadi pijakan awal maling untuk dapat memasuki ruang KPSI. (nm)
Comment deleted at the request of the author.
 | kacian.... untung bukan cyber 24 ya... kalo gak saya gak bisa ngenet lagi disana... |
 | kejadian yg terus berulang... sering sekali di IPB ini dr jaman baheula kehilangan... apalagi yg namanya motor, duuuh kapan sih bisa amannya, padahal satpamnya segudang... pake pintu gerbang segala... pa rektor, jangan biarkan dooong maling2 itu terus berkeliaran :) |
 | waduhh.. Pak Julio pasti kebingungan ney.... =D
kok bisa ya/?? bingungdotcom... |
 | Iya IPb lagi kena kemalangan nih..... iya kasihan beliau, ngajar saja sampai lemes banget, biasanya beliau kasih PR eh lha ko malah langsung dikasih jawbannya.
|
 | dimana ada satpam disitu ada maling.. krn kalo ga ada maling ngapain repot2 dikasih satpam sgala... |
 | astaghfirullah........ banyak kriminalitas berkembang di IPB sekarang...... pa yang terjadi???????????? Saatnya kita harus berbenah......
|
| |