Nur's posts with tag: duper in sabili

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag duper in sabili
Blog EntryPerempuan Peduli Kenaikan BBMJul 2, '08 1:38 AM
for everyone

Perempuan Peduli Kenaikan BBM

Oleh : Aris Solikhah*)

 

Girls, akhir bulan Mei kemarin, pemerintah memberikan  kado istimewa bagi rakyat Indonesia. Coba terka, kado istimewa apakah itu? Yup, tak salah lagi, kado itu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 30 persen.

 

Tak terbayang derita rakyat pasca kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM meningkatkan stress sosial, gangguan jiwa, gantung diri dan bunuh diri. Hari tepat dibacakannya kenaikan BBM, Umi (45), istri pedagang bakso yang mengidap sakit maag kronis, mengakhiri hidup dengan gantung diri. Umi tak mau membebani suaminya yang berhenti dagang, karena kehabisan modal, akibat kenaikan harga BBM.

 

Sudah harga mahal, minyak dan gas langka pula. Sekali ada, jumlahnya terbatas dan musti antri. Girls, untuk urusan antri mengantri, para ibulah yang kebagian tugas ini. Sedangkan para bapak pergi kerja, mencari nafkah. Nah,  waktu yang bisa dialokasikan hal-hal positif seperti mendidik anak, menimba ilmu, mengurus rumah tangga dan membantu ekonomi keluarga menjadi terkurangi. Belum lagi dengan kenaikan harga BBM, para istri musti berpikir keras mengatur nafkah suami agar cukup memenuhi semua kebutuhan hidup. Ini menyebabkan psikologis dan emosi istri rentan dan tak stabil. Bisa-bisa kondisi ini memicu kerentakan rumah tangga dan berujung pada perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga.

 

Sering dengar kan. Suami istri bertengkar keras gara-gara pendapatan yang diberikan tak cukup. Padahal besarnya nafkah sama dengan hari-hari sebelumnya. Ya, iyalah, kenaikan harga BBM berimbas pada inflasi yaitu kenaikan seluruh barang dan jasa. Suami merasa tak dihargai istri. Sudah bekerja keras, hasilnya tetap saja tak memenuhi kebutuhan juga.

Pada situasi ini yang paling menderita ialah anak. Mereka tidak tahu apa-apa. Ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM, peluang anak melanjutkan pendidikan di jenjang lebih tinggi kian terpupus.

 

Girls, kalau melihat kondisi Indonesia, apa sih yang sebenarnya terjadi. Kalau dihitung-hitung nih, sebenarnya jumlah minyak dan gas Indonesia itu luar biasa besar. Menurut data Direktorat Jenderal Migas, tahun 2007 saja, produksi crude oil Indonesia lebih besar daripada konsumsinya sehingga surplus 26,191 juta barrel, sedangkan pada tiga bulan pertama tahu 2008 surplus mencapai 8,108 juta barrel. Dari sisi ekspor dan impor, tahun 2007 ekspor crude oil Indonesia lebih besar 16,686 juta barrel sedangkan pada tiga bulan pertama tahun 2008 surplus 6,399 juta barrel. Nah, anehnya, kemana surplusnya ini?

 

Sayangnya pula nih Girls,  90 persen minyak dan gas Indonesia dikuasai oleh Multi Nasional Corporate (MNC) atau perusahaan asing seperti Exxon, Chevron, Shell, British Proteleum, dan lain-lain . Ini sebagai akibat dibukanya keran investasi disektor migas melalui UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas.

 

Sedangkan sisanya sebesar 10 persen dikelola Pertamina untuk memenuhi kebutuhan seluruh dalam negeri rakyat Indonesia. Girls, ya bayangin aja, wajar dong, minyak yang cuma 10 persen diperebutkan 250 juta warga. Belum lagi permainan spekulan kapitalis internasional yang mempermainkan harga migas demi keuntungaan pribadi dan sesaat. Harga minyak dunia sekarang sudah mencapai 139 dollar per barel. Pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM lagi bila harga minyak dunia menembus 150 dollar per barel. Bahkan kenaikan lagi pada tahun 2009 nanti. Ampun deh!

 

 

So, kalau kita tahu kenaikan BBM itu juga karena permainan para kapitalis yang mencari untung di air keruh, kita-kita nih sebagai perempuan perlu ikut mensuarakan. Sebagai upaya muhasabah (nasehat) pada kebijakan pemerintah. Ini tanda sayang kita sebagai saudara sesama muslim memperingatkan saudaranya karena telah mengambil kebijakan yang salah. Bertentangan dengan syariat Islam terkait pengelolaan kepemilikan umum (energi) dan kemaslahatan umat. Coz, minyak atau energi itu berdasarkan hadis Rasulullah milik umum.

 

Disamping itu, untuk menjaga ketahanan energi, kita perlu mendorong pemerintah segera mengembangkan energi alternatif berupa panas matahari, nuklir, angin, ombak, air, bioenergi bukan dari bahan pangan (ganggang laut),  dan sebagainya. Atau mungkin  Girls berminat terjun dalam penelitian di bidang tersebut. Lumayan kan bisa membantu umat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh agar bermanfaat, plus pahala di akhirat.


Blog EntryPahlawan yang terlupaMay 12, '08 11:01 PM
for everyone

Pahlawan yang Terlupa

Oleh: Nur Aulia Solihah

Bulan April identik dengan hari perempuan Indonesia. Pada bulan ini digelar berbagai kegiatan memperingati  kelahiran Kartini. Seorang pahlawan perempuan nasional yang dianggap berjasa mengangkat harkat martabat perempuan. Girls, jika mau sedikit bersusah payah membaca sejarah. Pahlawan perempuan yang berkontribusi kemajuan bangsa, ternyata bukan Kartini saja. Kita bisa menemukan sosok-sosok pahlawan perempuan tak kalah hebat – bahkan jauh hebat- dibanding Kartini. Nggak percaya? Kita coba susuri beberapa diantaranya yah.

Nama-nama mereka itu antara lain: Kemala Hayati (Panglima perang Aceh), Cut Nyak Dien, Cut Muetia, Nyi Ageng Serang, Siti Manggopoh, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Rohanna Koeddoes (wartawati pertama), Nyai Ahmad Dahlan (pendiri Aisyiyah Muhammadiyah), dan Sholihah Wahid Hasjim (K.H.A Wahid Hasjim).  Patut dicatat girls, pahlawan-pahlawan tadi mayoritas pemahaman agamanya bia dibilang oke banget lho!

Kemala Hayati atau Malahayati, seorang  laksamana laut yang cukup terkenal.  Pada tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Dia memimpin pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas). Menurut sejarah, Kemala Hayati memiliki seratus kapal perang. Setiap kapal perang dapat mengangkut 400 perajurit atau tentara. Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka. Kala itu Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, berusaha menggoyang kekuasaan Aceh. Namun armadanya malah diporakporandakan armada Laksamana Malahayati. Banyak yang ditawan dan Cornelis de Houtman  mati dibunuh Laksamana Malahayati.

Nyi Ageng Serang, perempuan kelahiran 1752  Yogyakarta ini,  bersama ayah dan kakaknya, merobek- robek Perjanjian Giyanti. Mereka mengangkat senjata berjuang melawan Belanda. Ketika pecah perang Diponegoro pada tahun 1825, suami Nyi Ageng Serang  tewas dalam pertempuran. Nyi Ageng Serang tetap meneruskan perjuangan suaminya. Meski berusia 73 tahun, Nyi Ageng mendapat kepercayaan memimpin pasukan pembawa Panji "Gula Kelapa" (warna Merah Putih) di daerah Jawa Tengah. Nyi Ageng dalam pertempuran itu memprakarsai penggunaan daun Talas sebagai taktik penyamaran.

Siti Manggopoh, perempuan Minang kelahiran  Mei 1880 ini memimpin perlawanan kebijakan ekonomi pajak uang (belasting) Belanda. Peraturan belasting dianggap bertentangan dengan adat Minangkabau. Gerakan rakyat menolak kebijakan belasting di Manggopoh  kemudian disebut  Perang Belasting.  Belanda dibuat sangat kewalahan, sehingga meminta bantuan pasukan di luar Manggopoh. Siti Manggopoh membawa serta anaknya, Dalima, yang masih menyusui ikut dalam dalam memimpin perlawanan di hutan. Bahkan anaknya tersebut ikut menyertainya pula dipenjara selama 3,5 tahun.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said,  lahir 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat. Rasuna memulai karier organisasi di Sarekat rakyat dan diangkat sebagai Sekretaris Cabang. Pada tahun 1930, Rasuna  menjadi anggota Permi (Persatuan Muslimin Indonesia). Kepintaran dan kemahirannya berpidato dipergunakan untuk mengecam Pemerintah Belanda. Tahun 1932, Belanda menjebloskan Rasuna ke dalam penjara di Semarang. Selesai menjalani pembuangan, ia kembali ke Sumatera Barat. Selanjutnya aktif dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Thawalib, Sekolah Kursus Puteri di Padang, lalu pindah ke Medan dan mendirikan Perguruan Puteri. Disamping itu aktif pula dalam bidang pers dengan mendirikan Majalah Manara Puteri. Zaman pendudukan Jepang ia mendirikan “Pemuda Nippon Raya”,  dan menggembleng para pemuda agar berjuang untuk memperoleh kemerdekaan tanah air dan bangsa.  Rasuna pernah menjabat

anggota Dewan Perwakilan Sumatera, aggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) dan anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Rohanna Koeddoes,  kelahiran 1884, wartawati pertama Indonesia asal
Koto Gadang, Agam. Rohana bersama Ratna Djoewita  menerbitkan suratkabar “Soenting Melajoe” (Sunting Melayu), surat kabar perempuan Melayu pertama, yang juga merupakan suratkabar tertua di Indonesia. Setelah ia menikah dengan Abdul Koeddoes, Rohanna mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS). Ia bersama perempuan Minang lain bersama-sama memperbaiki kondisi perempuan di sana.

 Nyai Ahmad Dahlan,  atau Siti Walidah, salah satu aktivis Islam yang menonjol.  Tahun 1914, istri pendiri ormas Muhammadiyah, K.H Agus Dahlan ini membangun perkumpulan Sopo Tresno (siapa suka), khusus untuk perempuan.   Perempuan ini salah satu penentang   adagium: “Wong wadon iku suwargo nunut, nerakane katut wong lanang”, perempuan itu masuk surga karena mengikuti orang laki-laki, begitu juga masuk neraka secara otomatis ikut orang laki-laki. Menurutnya, perempuan adalah patner kaum lelaki. Mereka sendirilah yang harus menentukan dan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah kelak. Bukan malah ngekor kepada kaum lelaki. Nyai Ahmad Dahlan juga mencetuskan istilah “catur pusat”. Pendidikan di empat pusat: lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan tempat ibadah. Gagasan inilah yang kemudian, pada tahun 1912, ia ejawantahkan dalam bentuk sekolah, yang bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah.  Nyai Ahmad Dahlan pendiri organisasi Aisyiah.

Sholihah Wahid Hasjim, isteri K.H.A Wahid Hasjim, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama. Perempuan kelahiran 11 Oktober 1922, Jombang Jawa Timur ini aktif di muslimat Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jakarta mewakili NU, kemudian anggota DPR Gotong Royong (1958). Berbagai organisasi sosial ia ikuti.
 

Perempuan-perempuan hebat tersebut mengukir prestasi cemerlang di kanvas sejarah nasional Indonesia. Tanpa memperdulikan puja-pujian, sempatan tanda jasa dari negara. Semangat perjuangan ruhiyah  mereka  patut kita contoh untuk membangkitkan negeri ini dari keterpurukan.


Blog EntryMenjadi Politikus PintarApr 10, '08 10:17 PM
for everyone
Menjadi Politikus Pintar
Nur Aulia Solihah
 
Girls, tahu nggak sih dunia politik bukan melulu milik kaum lelaki saja. Muslimah juga memiliki peran penting dalam kancah politik. Sebelum ngomong jauh soal politik, girls musti paham dulu pengertian politik Islam, supaya kita tahu rambu-rambunya. 
 
Politik atau siyasah menurut Syaikh Hasan al-Banna yaitu memperhatikan urusan umat manusia baik dalam maupun luar negeri ( internal  dan eksternal), secara individu dan masyarakat keseluruhannya serta bukan   terbatas pada kepentingan golongan semata.
Syaikh Abdul Qodim Zallum  mendefenisikan politik yaitu mengatur urusan umat dengan negara sebagai institusi    yang mengatur urusan tersebut secara  praktis, sedangkan umat mengoreksi— melakukan muhâsabah terhadap—pemerintah dalam melakukan tugasnya.
 
Merunut definisi tersebut, lalu siapakah yang disebut politikus itu? Politikus tentu saja siapa saja yang senantiasa mengikuti kegiatan, peristiwa ataupun berita politik (pengaturan urusan umat) dan berupaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan politik yang benar. Girls, politikus belum tentu berasal dari kalangan  birokrat (eksekutif, legislatif, yudikatif), pengamat politik semata, ahli hukum dan tata negara, penikmat berita-berita politik, dan pemikir besar  ternama. Sebab, ciri khas politikus salah satunya,  berupaya sungguh-sungguh mewujudkan politik – pengaturan urusan seluruh umat manusia bukan kepentingan  golongan- yang benar sesuai dengan aturan Allah.
 
Beda banget dengan politik  perspektif feminis yang melulu diartikan sebagai kekuasaan dan legislasi (baca: pembuat undang-undang). Sehingga, ide pemberdayaan peran politik perempuan selalu diarahkan untuk  menjadikan kaum perempuan mampu menempatkan diri, berkiprah di elit kekuasaan dan lembaga legislasi. Termasuk juga didalamnya tuntutan quota perempuan duduk di parlemen.
 
Islam punya seperangkat aturan yang sudah komplit.  Islam memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh baik laki-laki atau perempuan. Aturan yang diturunkan Allah bertujuan memecahkan seluruh masalah manusia bukan hanya laki-laki saja atau perempuan saja. Jika ada  peraturan perundang-undangan yang sudah sesuai syariah ditetapkan di parlemen,  Insya Allah  aturan itu sesuai fitrah manusia dan dijamin tidak bias gender. Walau yang menetapkan adalah laki-laki semua.
 
Muslimah memang kudu terjun berpolitik dan tentu sesuai bingkai Islam. Girls, ketika muslimah berpolitik, kamu musti catet  rambu-rambunya diantaranya:
  1. Tidak mengabaikan peran utamanya sebagai ummu wa rabbatul bait (ibu dan pengatur urusan rumah tangga) bahkan harus sinergi
  2. Bukan untuk menguasai posisi tertentu dengan maksud mengalahkan laki-laki
  3. Bukan untuk meraih kekuasaan atau penentu kebijakan, karena dalam pandangan Islam posisi penguasa dan posisi rakyat, keduanya memiliki peran yang sama-sama penting. Hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah : “Tidak akan pernah menang suatu kaum yang menyerahkan urusan (kekuasaannya) kepada perempuan” (HR Bukhori)
  4. Bukan untuk meraih prestise di kalangan perempuan
  5. Bukan aktivitas politik yang dilarang oleh Islam
 
 Nah, peran politik perempuan persfektif Islam itu antara lain:
  1. Mendidik/Membina sesama muslimah. Merupakan aktivitas yang sangat penting, karena dalam kesehariannya seorang muslimah bergaul sangat dekat dengan para mahromnya, anak-anaknya  dan perempuan-perempuan lain yang ada di sekelilingnya.
  2. Aktivitas ini merupakan aktivitas politik yang sangat strategis bagi perempuan, berkaitan erat dengan tugas utamanya sebagai ummun wa rabbatul bait, sehingga kaum muslimah harus menjadi sasaran utama dalam pembinaan.
  3. Pembinaan kaum muslimah merupakan upaya pemberdayaan politik perempuan pada target optimalisasi peran dan fungsi kaum perempuan sebagai pencetak dan penyangga generasi                 arah pemberdayaan tidak semata fokus pada optimalisasi peran publik saja  melainkan mengarah pada upaya optimalisasi seluruh peran perempuan, baik di sektor publik maupun domestik sesuai tuntunan syariah
  4. Di tangan para muslimah tergenggam masa depan ummat, karena dari tangannyalah akan terlahir anak-anak sebagai generasi penerus di masa dating. Oleh karena itu, pembinaan terhadap kaum muslimah merupakan hal yang sangat urgen.
  5. Sekalipun memang tidak dilarang pembinaan laki-laki kepada perempuan, tetapi dengan pembinaan yang dilakukan dari perempuan kepada perempuan, maka hal ini akan lebih mendekati kepada tujuan pembinaan itu sendiri.
  6. Ikut mengoreksi pemerintah yang menetapkan aturan tak sesuai aturan Allah. Hal ini pernah dicontohkan  Khaulah binti Hakim. Khaulah  memprotes khalifah Umar bin Khattab selaku pemimpin umat Islam, ketika beliau menetapkan jumlah mahar tertentu bagi perempuan karena tingginya mahar yang diminta kaum perempuan pada waktu itu. Kemudian Umar menyadari kekeliruannya dan sesegera mencabut keputusannya dengan mengatakan : “Perempuan ini benar”. Rasulullah saw bersabda : “Agama (Islam) itu nasihat/kesetiaan. Kemudian ditanyakan : Kepada siapa yaa Rasulullah ?  Beliau menjawab : “Untuk Allah, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan rakyat mereka” (HR Bukhari).
 
Ada lima syarat utama seseorang menjadi politisi andal;
  1. Mengikuti secara terus menerus seluruh berita dan peristiwa yang terjadi di dunia. Ringkasnya, berpikir politis mengharuskan mengikuti semua berita.
  2. Membutuhkan adanya pengetahuan-pengetahuan meskipun pengetahuan awal atau dasar tentang subtansi berita (peristiwa) atau makna-makna berita.
  3. Tidak melepaskan peristiwa atau berita dari konsteks situasi dan kondisinya, serta tidak melakukan generalisasi atas peristiwa atau berita.
  4. Mengindentifikasi peristiwa dan kejadian dengan cara memeriksanya secara teliti sehingga dapat diketahui sumber berita, tempat terjadi peristiwa, maksud adanya berita atau penyebarannya, panjang pendeknya berita, benar-tidaknya berita dan hal-hal yang ada dalam jangkauan arti ‘pemeriksaan secara teliti”.
  5. Mengaitkan berita dengan berbagai informasi, terutama informasi berupa berita-berita lain.
 
Syarat politisi muslim, selain memahami fakta, peristiwa atau masalah kekinian umat di dunia,  juga menganalisanya sesuai dengan pisau bedah syariat Islam. Bagaimana syariat Islam memecahkan masalah   tersebut dan kemudian memperjuangkan supaya  urusan tersebut diatur sesuai Islam. Sudah keharusan, seorang politisi muslim senantiasa berusaha memahami syariat Islam dalam berbagai bidang kehidupan. Disamping selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah dengan meningkatkan nafsiyah melalui ibadah-ibadah mahdah yang mumpuni sebagai sumber kekuatan ruhiyah seorang politisi muslim.

Blog EntryGula-Gula MediaApr 10, '08 10:16 PM
for everyone
Gula-Gula Media
Oleh: Nur Aulia Solihah
 
Sejak era reformasi tahun 1998, media masa tumbuh bak cendawan  di ruang lembab. Tercatat sebanyak 829 media cetak, lebih 1.200 radio,  12 televisi nasional, lebih 16 televisi lokal dan 100 lebih Internet Service Provider (ISP) berkembang biak di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, keberlangsungan periuk  media masa tersebut bergantung dari pemasukan iklan.
 
Jumlah iklan yang masuk berkorelasi erat ama kreativitas program yang ditawarkan. Dihadapkan pada kebutuhan iklan ini, acapkali media masa kehilangan idealismenya. Media masa pun  kini beralih fungsi sebagai industri penghasil uang. Cara pandang ini akan berpengaruh pada program-program dan subtansi informasi yang ditawarkan. Tak jarang mereka membumbui program dan subtansinya dengan gula-gula agar manis serta menarik.
 
Ibarat makanan tanpa garam.  Begitulah bunyi pepatah punya arti hambar, kurang komplit dan hilang rasa. Pepatah ini cocok banget dengan fenomena media masa Indonesia baik cetak, televisi, internet maupun radio yang menganggap  kudu memasukkan unsur ’gula’ didalam sajiannya..  
 
Misalnya saja kita ambil kasus televisi deh. Untuk menarik pemirsa dan iklan, televisi menayangkan sinetron bersubtansi cinta, perempuan dan kekerasan.  Judulnya saja kebenyakan perempuan banget. Ambil contoh, Intan, Kasih, Mentari, Diva, Jelita, Cahaya, Mutiara, Mawar, Tiara, Cinta Fitri dan sebagainya. Coba tengok, jarang judulnya maskulin. Kata Asisten Deputi Urusan Kekerasan terhadap Perempuan, Heru P Kasidi, tayangan kekerasan yang kian marak di media elektronik ditengarai mendorong terjadinya kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Komnas perempuan 2007 mencatat kasus kekerasan terbanyak justru terjadi dalam keluarga (74 persen) dan korbannya adalah istri (83 persen) dan anak (5 persen).
 
Ditambah lagi. hampir semua sinetron Indonesia itu hasil jiplakan dari teledrama, novel, komik atau film luar negeri. Beberapa contoh diantaranya Sinetron Diva diadopsi dari  Esmeralda (telenovela), Azizah dari Maria Cinta yang Hilang (telenovela), Cahaya dari Yokohama (komik), Buku Harian Nayla diambil dari 1 Litre Of Tears (kisah nyata), dan  Kau Masih Kekasihku diambil dari  At the Dolphin Bay (Teledrama).  Ini belum iklan, film, talkshow, pembawa berita, reality show dan sebagainya. Hampir seluruhnya pakai pemeran perempuan dan lebih menonjolkan eksploitasi keperempuanannya. Ampun deh.
 

Pemain perempuannya sendiri mungkin juga nggak ngerasa kalau dirinya cuma gula disana. Mirip simbiosis mutualisme, pemeran perempuan juga merasa diuntungkan secara materi. Popularitas dan honor. Sebab menurut informasi terpercaya honor pemain utama berkisar Rp 10 – 50 juta per episode, dan pemain pembantu utama berkisar Rp 10 – 30 juta per episode. Jangan heran, jika  Maria Ozawa ( Miyabi) pemain film panas Asia bisa mendulang minimal 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah). Getahnya, dengan profesi yang digeluti, Miyaki dijauhi teman-temannya dan tidak dianggap anak oleh keluarganya. Ia hidup sendirian di apartemen mewah.

Sisi lain, televisi  dapat untung iklan gede. Ambil contoh iklan sinetron Intan. Harga iklan di jam tayang Intan menembus angka 16 juta per spotnya. Mau tahu berapa juta yang dituai sinetron Intan per episodenya? Sebesar Rp 1,6 miliar. Angka ini didapat dari 16 juta dikalikan 100 spot.
 

 

Nah, kalau media cetak, selain tema perempuan,  kekerasan dan kriminalitas, tema yang kadang dijadikan penglaris adalah  berita kontraversi dan bad news.  Berita yang awalnya biasa dan sederhana,  lalu dtambah hasil wawancara narasumber yang kontra, akhirnya  malah menimbulkan dilema tak berkesudahan. Memang tak semua media cetak begitu sih. Kebanyakan media masa yang idealis masih memegangpatronnya sebagai penyampai berita, informasi dan mencerdaskan masyarakat. Sayangnya, jumlah media cetak seperti ini bisa dihitung jari.
 
Gula-gula ini dimanfaatkan betul oleh pemodal untuk mengeruk keuntungan materi sekaligus menanamkan pemahaman-pemahaman ‘liar’, sehingga  konsumen media berpikir pseudo barat dan membebek perilaku barat. Pelan dan pasti konsumen media menjauhi nilai-nilai agama. Media masa, seni-sastra, film,  adalah sarana yang paling soft untuk menyampaikan pesan kepentingannya.
 
Sabili, 17 April 2008

Blog EntrySunat Perempuan, Perlu Nggak Sih?Jul 29, '07 11:24 PM
for everyone

Sunat Perempuan, Perlu Nggak Sih?

Oleh: Nur Aulia Solihah*)

 

Girls, kali ini kita membahas tentang sunat (khitan) perempuan. Pembahasan yang jarang diangkat dipermukaan karena dianggap tabu. Perempuan emang bawaannya malu membedah hal-hal yang sensi beginian. Berbeda dengan khitan laki-laki yang dianjurkan dirayakan. Sunat perempuan cenderung tertutup. Meski tertutup, bukan berarti kita sama sekali tidak tahu bukan?

 

Di Mesir sekarang ini sedang hangat mengemuka pelarangan sunat perempuan. Bahkan seorang syekh Al Azhar pun pernah turut mendukung keputusan Departemen Kesehatan  untuk melarang sunat perempuan. Alasannya,  aktivitas sunat perempuan terkategori tindakan kekerasan terhadap perempuan dan  kriminal yang melanggar hak asasi manusia. Girls, ini rasanya aneh sekali.  Sunat perempuan sudah dilaksanakan sejak masa putri-putri masyarakat Mesir kuno.  Orang-orang Naubah dan Negara Sudan sering menyebutnya ‘ Al Khitan Al Fir’auni”. Sebagaimana orang-orang Arab sebelum datang ajaran Islam juga telah melakukan tradisi khitan perempuan.

 

Dalam buku Syaikh MuhammadAs Sayyid Asy Syinnawi tentang bahaya tidak mengkhitan perempuan dikatakan  pelarangan sunat perempuan di Mesir jelas-jelas murni hasil rekayasa Amerika Serikat. Syaikh menulis Kantor Berita Washington DC, jurbir kementrian luar negeri Amerika Serikat John Mayer meminta kepada pemerintah Mesir untuk kembali mewajibkan  pelarangan sunat perempuan di sana.

Wah, sampai segitunya Amerika, hingga persoalan sunat perempuan pun juga turut campur. So,  What’s behind in the case? Girls, penasaran kan?

 

Girls beberapa waktu lalu Indonesia juga digoyang opini pelarangan sunat perempuan. Surat Kabar Nasional menurunkan wacana seputar sunat perempuan. Didalamnya mengisahkan trauma Sarah yang merasakan sakit bertubi-tubi akibat obat bius tak bekera optimal ketika disunat. Disajikan pula data hasil penelitian  tentang female genital mutilation selama tiga tahun (2001-2003) di sejumlah daerah seperti Padang Pariaman, Serang, Sumenep, Kutai Kartanegara, Gorontalo, Makassar, Bone dan Maluku dimana 72 persen sunat perempuan dilakukan dengan cara berbahaya seperti sayatan, goresan dan pemotongan sebagian atau seluruh ujung klitoris.

 

So,  bagaimana pandangan Islam sesungguhnya mengenai sunat perempuan? Girls, mari kita kupas bersama? Nah, di buku Syaikh Syinnawi dijelaskan beberapa ulama mewajibkan sunat perempuan dan beberapa lainnya mensunahkan saja, namun tak ada satu pun yang melarang. Para Imam Madzhab berbeda pendapat dalam masalah Khitan untuk perempuan. Imam Malik, Syafi'i dan Ahmad menyatakan wajib, sedangkan Imam Hanafi menyatakan sunnah. Imam Ahmad berkata:” Apabila dua khitan bertemu, maka wajib baginya mandi. “ (HR. Muslim dalam riwayat Qatadah).  Kemudian  Imam Ahmad bin Hambal melanjutkan,” Dari sini jelas  bahwa para perempuan juga dikhitan seperti lelaki. 

 

Girls, prosesi sunat perempuan tak seperti sunat laki-laki yang dipangkas habis bagian sensi-nya. Hal ini berlandaskan pada sabda Nabi Muhammad Saw. Beliau memerintahkan kepada Ummu Athiyyah, tukang khitan perempuan di Madinah: "Jangan berlebihan, karena hal itu adalah bagian kenikmatan perempuan dan kecintaan suami." Dalam riwayat lain disebutkan: "Sentuh sedikit saja dan jangan berlebihan, karena hal itu penyeri wajah dan bagian kenikmatan suami." (HR Abu Daud). Sunat perempuan cukup  dengan sekadar membasuh atau mencolek ujung klitoris dengan jarum. Tentu saja, khitan perempuan juga dilakukan sesuai prosedur medis yang sangat memperhatikan keselamatan perempuan. Bila seorang juru khitan melakukan kesalahan, maka sangsi yang harus dipertanggungjawabkan dalam Islam bisa berupa  qishas, iwadh (ganti) dan diyat (tebusan).

 

Tahukah girls, dari sisi pandangan medis, sunat perempuan memudahkannya pertemuan antara ”khitan” dengan ”khitan” sehingga peluang kehamilan lebih tinggi. Disamping memudahkan perempuan membersihkan kotoran-kotoran tersembunyi yang menyebabkan bakteri-bakteri hidup subur di area tersebut. Pertumbuhan penduduk benua Afrika mencapai  301 persen setiap tahunnya. Hal ini, karena Benua Afrika paling banyak penduduknya melakukan khitan perempuan. Upaya pelarangan sunat perempuan di negri muslim berarti juga upaya pembatasan pertumbuhan penduduk umat Islam.

 

Girls, khitan  juga membantu perempuan menjaga dan mengontrol gairah sex-nya. Jika tidak disunat, perempuan tak pernah merasakan kepuasaan hubungan dengan satu laki-laki (suami), yang selanjutnya mendorongnya berselingkuh dan melakukan perzinahan. Lalu gils bisa menebak, bagaimana keadaan keharmonisan perkawinan selanjutnya? Girls lebih tahu jawabannya.....

 

Sabili, Edisi Minggu ke tiga Juli 2007


Blog EntryPerempuan, Nasibmu KiniMar 30, '07 1:00 AM
for everyone

Beberapa waktu lalu, Mas Artawijaya, wartawan Sabili menghubungiku.  Beliau meminta khusus untuk menulis di Sabili edisi peringatan hari Perempuan dunia. Yes, aku senang sekali. Akhir-akhir ini aktivitas menulis lepasku hampir absen.Aku hampir tidak menulis lagi di media. Kecuali menulis press release untuk kantor( ini mah kudu alias harus). Permintaan ini mencairkan es di kepalaku dan membuatnya berdenyut lebih kuat.

 

Yah, kebiasaan menulis dunia perempuan di Sabili membuat aku lumayan di kenal di antara teman wartawan Sabili.(Ceile, muji sendiri), nggak ding cuma beberapa wartawan saja he he he.

 

Tanya kenapa, aku kehilangan sense menulis meliuk-liuk di hikmah Republika. Padahal, ketika tiba di kantor, pasti web Republika, ku buka pertama kali. Apa gara-gara aku lagi gandrung membaca bacaan berat (nggak sampai sekilo sih hi hi hi). Iya nih, aku jarang baca roman, novel atau sesuatu yang membuat aku tersentuh.

 

Nah, ini hasil draft tulisannya, menurut konfirmasi sms tadi malam, tulisan ini dimuat Sabili akhir Maret ini dan dah diedit dong dengan yang lebih bagus. Syukur Alhamdulillah.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perempuan, Nasibmu Kini

(Refleksi Hari Perempuan Internasional)

Oleh : Nur Aulia Solihah *)

 

Girls, tepat tanggal 8 Maret 2007, diperingati hari perempuan internasional. Harinya kaum hawa seperti kita-kita ini.  Berbagai catatan buram menghiasi  lembaran kehidupan perempuan dunia. Sesak dada ini merasakan duka atas nasib buruk yang menimpa perempuan dan buah hatinya.

Coba tengok saja, saat ini, terdapat angka kematian ibu yang mencapai 307 per 100.000 kelahiran. Data Internasional Labour Organization (ILO) menyebutkan di Indonesia terdapat 4.201.452 anak terlibat dalam pekerjaan berbahaya, lebih dari 1,5 juta diantaranya adalah anak perempuan.  Lebih miris lagi girls, tubuh mungil bau kencur itu diperjualbelikan. Data Maret 2005,  sekitar 200-300 ribu anak perempuan  dilacurkan.

Perempuan pun sering menjadi saksak tinju, sasaran bogem mentah, tamparan dan intimidasi psikis. Catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan (Komnas) Perempuan mengungkapkan  dari 22.512 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh 258 lembaga di 32 provinsi, 76 persen atau 16.709 kasus adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

            Pada kasus KDRT 2006, 66 persen kasus adalah kekerasan seksual, terjadi di luar rumah tangga (ranah komunitas), seperti tempat kerja atau permasalahan buruh migran. Berdasarkan wilayah, kasus KDRT paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni 7.020 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 4.878 kasus (Media Indonesia, 8/3/2007).

Kalangan aktivis perempuan, begitulah mereka menggelari dirinya, berupaya mencari pemecahan dari berbagai masalah tersebut dengan merubah peraturan perundangan yang dianggap  diskriminatif terhadap perempuan.

Para aktivis ini menilai akar penderitaan perempuan berasal dari budaya patriarki, ketidaksetaraan antara lelaki dan perempuan serta ketidakadilan gender. Para aktivis perempuan ini terlibat dalam berbagai forum dan konvensi internasional yang  dianggap peduli pada nasib perempuan.

Diantaranya,  Convention on the Political Rights of Women (Konvensi Hak Politik Perempuan) tahun 1952 , Convention of the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan/CEDAW) tahun 1979, Convention on the Rights of Child (Konvensi Hak Anak).

Konvensi lain  yang juga diikuti; International Conference on Population and Development (Konvensi Kependudukan dan Pembangunan/ICPD) tahun 1994, Beijing Declaration and Platform For Action (Deklarasi Beijing/BPFA) tahun 1995 dan Millenium Development Goals ( Tujuan Pembangunan Milinium/MDGs) tahun 2001. Girls bisa mencari tahu apa isi konvensi-konvensi tersebut dengan browsing internet. Inilah salah satu peran pentingnya teknologi, tul nggak!

Tahukah girls? Dengan adanya ratifikasi konvensi diatas, maka terlahirlah  undang-undang seperti UU  No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

 

Demi pencapaian target tujuan pembangunan milinium,  sebuah televisi swasta menayangkan berulang-ulang iklan layanan masyarakat MDGs. Iklan ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan  masyarakat dalam pencapaian MDGs tahun 2015. Salah satu pencapaiannya ialah kesetaraan gender di segala bidang. Tak tanggung-tanggung, kini, hampir di seluruh departemen kementrian RI  sedang digarap berdirinya divisi khusus kesetaraan gender.  Divisi ini bertugas mengkaji kebijakan pemerintah  di semua lini agar berperspektif gender.

Girls, disisi lain, mayoritas aktivis perempuan tadi juga  menolak pengesahan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, mendorong pengesahan RUU kesehatan reproduksi (aborsi), menggagas RUU Perdagangan Perempuan dan Anak serta revisi UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Revisi UU Perkawinan terbaru ini berisi pelarangan poligami, hak perempuan sebagai kepala rumah tangga.  Entah UU yang sedang digolkan.

Maksud ratifikasi dan lahirnya berbagai  UU tersebut sebenarnya mulia. Namun patut disadari oleh kita bersama, pemecahan masalah perempuan melalui konvensi dan ratifikasi tersebut, bila dicermati secara jeli, tidak akan menyelesaikan persoalan perempuan. Malah, menambah masalah dan menimbulkan kemudharatan baru.

Dengan pilihan tata bahasa dan kemasan cantik memikat, beberapa isi dan pasal-pasal di dalamnya menyimpan misi politis samar. Bahkan bertentangan dengan aturan Islam. Misalnya,  UU .Kewarganegaran pasal 4 ayat e dan h mengatur pengakuan anak diluar pernikahan.

 Memang tak bisa dipungkiri bersama,  fakta buram kondisi perempuan dunia, begitu memilukan. Tentu, kita berharap semua perempuan bahagia meniti hidupnya. Hanya saja, apa sih jalan keluarnya?

Girls, kalau kita jernih memandang nih ya, akar masalah perempuan dunia ini bukan berasal dari budaya patriarki. Kesengsaraan yang melanda kaum kita, sebenarnya akibat jaring-jaring sistem kapitalis liberalis. Sistem ini  menafikkan aturan ilahi dan moral. Sehingga baik laki-laki, perempuan, anak-anak, bapak ibu, pemerintah tak memahami  peran dan kewajibannya.

Suami kurang memahami agama dan tanggungjawab  cenderung menzalimi istri dan keluarganya. Begitu pula, istri yang kurang memahami hak dan kewajibannya menyebabkan kehidupan rumah tangga retak. Pemerintah pun demikian. Kebijakan pemerintah yang kurang memihak kepentingan masyarakat dan jauh dari nilai-nilai agama, menahan curahan berkah dan rahmah Allah. Oleh karenanya girls, mari kita kembali pada jalan Allah. Perempuan, ditanganmu nasib perubahan dipertaruhkan. Wallahu’alam bishawab.

 

 

 

 


Blog EntryDilematisnya Ibu di Kancah KehidupanNov 1, '06 2:56 AM
for everyone


      Dilematisnya Ibu di Kancah Kehidupan?

      Dalam sebuah seminar perempuan di Bogor beberapa waktu lalu nih, seorang ibu muda duduk sambil mengelus-elus lembut perutnya yang buncit. Mata ibu muda ini berkaca-kaca. Sebuah gumam lirih keluar dari bibirnya,” Nak maafkan ibu, jika kelak ibu tak bisa mendidikmu dengan baik.” Ibu muda ini terbilang baru ikut mengkaji Islam. Ada rasa cemas menghiasi matanya.

      Sementara di sebuah forum seorang Ibu sebut saja Ani (nama samaran) menceritakan, betapa menyesal hatinya telah memarahi putra semata wayang. Ibu Ani punya segudang aktivitas, melanjutkan sekolah pascasarjana, sebagai ibu rumah tangga, bekerja dan aktif sebuah organisasi. Mungkin akibat lelah, dia out of control memarahi putranya yang hiperaktif. Menyadari kesalahannya itu, Ibu Ani insyaf,. Dengan berurai air mata ia meminta maaf pada putranya itu. Jadilah si ibu dan sang anak bertangis-tangisan ria. Sang anak nangis karena dimarahi ibunya. Si ibu nangis penuh sesal atas kekhilafan yang dilakukan.

      Ehm…sosok-sosok ibu yang oke punya bukan? Girls pengen kayak gitu juga kan. Ngaku aja. Jujur aja, secara pribadi , aku anggap kedua ibu diatas adalah potret ibu yang baik. Sadar bahwa tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan juga tugas seorang ibu. Btw, girls boleh ko, nganti prosa ibu apa aja, mom , mama, bunda, simbok, mimih, yah whatever lhah . Intinya mah idem.

      Girls, tahu nggak sih, jadi seorang ibu di abad ini tuh berat banget. Bukan berarti zaman baheula nggak sulit juga. Cuman belitan kesulitan hidup di era persaingan global, kapitalis dan liberalisme lebih menuntut ibu menjadi superwomen dan serba bisa. Klo tempoe doeloe, banyak ibu bisa bahagia cukup tinggal di rumah saja mendidik anak dan ngatur rumah tangga. Sebab, kebutuhan rumah tangga sudah cukup terpenuhi dari nafkah ayah. Sekarang, ibu dituntut lebih dari itu.

      Klo ternyata ibu dari kalian ibu rumah tangga saja, bersujud syukur deh. Kalian bisa sepuas-puasnya dapet the touching of fulling in love. Tapi sebenarnya, mo ibu rumah tangga thok atau superwomen kek. Pokoknya (ihh.. maksa) jadi orangtua di masa kini tuh tetap saja banyak nggak uenaknya. Penuh beban, tertekan, dan stress . Bukan nakuti-nakutin lho, agar kamu-kamu bersiap-siap diri sejak dini. Jangan mikirin yang indah-indah doang ntar klo jadi ibu rumah tangga.

      Banyak ibu zaman kini terpaksa keluar rumah ikut serta bekerja mencari nafkah, karena mahalnya kebutuhan hidup. Sungguh non, jauh dalam relung hati ibu, berat banget ninggalin anak tuk kerja. Beneran lho. Coba deh tanya ke ibu kita. Tapi mau gimana lagi. Maunya tinggal di rumah saja mengasuh anak dan mengatur urusan rumah tangga. Yup, memang itulah kewajiban utama dan fitrah seorang ibu . Ummul warabatul ba’it (ibu pengatur rumah tangga).

      Jadi klo dulu sobat waktu kecilnya suka ditinggal ibu bekerja dan terkena sindrom KKS (kurang kasih sayang). Just remember it, kerjanya ibu juga merupakan bagian dari bentuk kasih sayang terhadap kita. Apalagi jika abis kerja pun ibu masih tampil prima and fresh mengasuh dan ngurus rumah tangga. Pagi-pagi bangun, nyiapin sarapan, nyuci, ngatur rumah tangga, ngajari pe-er sekolah, ngaji and ditambah kerja lagi. Ini benar-benar ratu rumah tangga hebat. Bersyukur deh punya ibu yang peduli ama kita. Seperti pameo, aktivitas ibu itu sejak bangunnya ayam jago hingga terbenamnya mata bapak. He he he just kidding. Tapi tul kan...

      Sungguh barat nian, beban yang musti dipikul kedua ortu kita terutama ibu, sehingga banyak kita jumpai kasus ibu bunuh diri. Mereka nggak kuat lagi nanggung beban hidup. Pernah denger kisah Jasih warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, melakukan aksi bunuh diri dengan membakar diri bersama dua anaknya Desember 2004. Ibu ini stress berat akibat kemiskinan yang menghimpit. Suaminya hanya kuli bangunan tak mampu untuk menghidupi keperluan sehari-hari ditambah lagi anaknya yang kecil, Galuh Permana berusia 4 bulan terkena kanker otak. Masih di tahun sama sebelumnya bulan Agustus, Suwarni (34), ibu rumah tangga yang tengah hamil empat bulan, tewas setelah menelan racun serangga di kamar mandi rumah kontrakannya di Bekasi Timur. Kepada suaminya pelaku sempat mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Sehingga mereka tak mampu membiayai sekolah anak perempuan mereka yang baru lulus sekolah dasar (SD). (Kompas, 17/12/2004)

      Sobat tahu nggak di dunia belahan sana tuh, kayak di Amerika, dan negara Eropa banyak anak yang tak hanya terjangkit sindrom KKS tapi juga mengalami child abuse (kekerasan terhadap anak). Diantaranya yang lakuin child abuse ibu kandungnya sendiri. Uh.. tega bin sadis banget. Sekejam-kejamnya induk Harimau, kagak ada yang nyakitin anak sendiri. Di bumi Indonesia ini, ada juga sih. Cuman agak lebih mendingan daripada di sono.

      Dave Pelzer dalam buku A Child Called It dan The Lost Boy mengisahkan pengalaman pahitnya, hingga di hari-hari tuanya, David biasa dipanggil, tak pernah tahu pasti kenapa ibunya dulu begitu menyayangi, mencintai dan lemah lembut berubah seperti monster. Anehnya child abuse hanya terjadi padanya, tidak pada ketiga saudara laki-lakinya lain. Tiap hari untuk menyambung hidupnya David makan dari sisa-sisa makanan suadaranya di piring-piring kotor yang ia cuci. Sering malah ibunya membuang sisa makanan itu ke tempat sampah. Walhasil sehari itu David tak makan sama sekali. Klo David ngelakuin kesalahan, alamat berbagai pukulan, cubitan keras, cekikan, dan cambukan mendarat di tubuh kurusnya. Pernah hingga lengan David patah. Setiap hari David berangkat sekolah dengan pakaian yang sama hingga kumal, bau lagi, karena tak pernah diizinkan mandi. Kebayang nggak sih penderitaan David ini. Akhirnya David terselamatkan oleh guru-gurunya dan seorang polisi. Masa remaja dan dewasa, David diasuh Parent foster (orang tua asuh) gonta-ganti. Kasus David adalah kasus child abuse terberat yang pernah ditemukan.

      Nasib Sheila juga tak jauh berbeda. Suatu hari bapak ibunya bertengkar. Ibu Sheila membawa anak-anaknya pergi. Namun ditengah jalan, Sheila didorong ibunya, keluar dari mobil. Sheila nggak tahu kenapa ibunya tega meninggalkan seorang diri di pinggir jalan sendirian dalam keadaan terluka. Sheila begitu dendam. Kenapa adik laki-lakinya yang lebih dipilih ibunya bukan diri Sheila, itu selalu pertanyaan yang membuntuti Sheila. Ketika usia Sheila lima tahun, Sheila pernah menculik bayi laki-laki dan membakarnya di bawah pohon. Kisah lanjutnya lebih memilukan. Sobat bisa baca kisahnya di Sheila : Kenangan yang Hilang karya Torey Heyden.

      Semua itu patut jadi renungan yang bikin kita lebih bersyukur deh. Mumpung ada kesempatan buruan peluk bunda, cium tangan beliau dengan kasih dan bisikkan kata I love mom, So much. Selanjutnya, isi hari-hari dengan berbakti untuknya. Jadi anak sholihah kebanggaan keluarga gitu lho.... Are you ready kan girls?

Nur Aulia S


Majalah Sabili Edisi 9 tahun ini, awal November 2006..


The Magical of Your Dreams

 

Bermimpi jadi milyuder, orang terkenal, dicintai semua orang dan punya keluarga harmonis!  Boleh dan sah-sah saja. Girls, kamu boleh bermimpi jadi apa yang kamu sukai. Bermimpilah setinggi-tinggi dan sebesar-besarnya.  Impian (dream) atau cita-cita itu penting banget! Suer deh. Impian itu seperti berlian termahal yang menunggu setia  di pulau di tengah-tengah samudra ganas. Menjadi motivasi dan pemberi  semangat tak kenal lelah untuk memilikinya.

 

Kalau girls punya dream, hidup  jauh lebih  bergairah, dinamis, produktif, smart, kreatif dan inovatif.  Beda banget dengan orang no dream atau berimpian rendah. Hidup mulus, kurang tantangan, diam di tempat, stganan dan nggak maju-maju. Segudang potensi, skill akan tersiakan dan kurang optimal. Kata Thomas Carlyle berkata "Seseorang dengan tujuan yang jelas, akan mendapatkan kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan mendapat kemajuan walaupun melewati jalan yang mulus.”

 

Orang yang punya dream tuh ya, selalu aja cari jalan  bagaimana caranya, agar dreamnya tercapai. Bawaannya mikir dan cari inspirasi anywhere and anytime.  Yah, itu hanya terjadi  kalau dia benar-benar berpikir sungguh- sungguh dan serius mewujudkan dreamnya. Dia tidak akan berhenti dan puas ampe goal dreamnya. Kalau cuma dream tanpa action itu  mah, namanya mengkhayal alis thulul amal atau berpanjang angan-angan.  Nah supaya girls punya dream dan mampu mewujudkannya. Ada tips yang bisa kamu ambil :

 

1. Tentukan Impianmu Sekarang juga

            Anak-anak tingkat dasar di luar negeri oleh guru bahasa Inggris atau wali kelas mereka biasanya diminta untuk menuliskan cita-citanya. Kamu nanti kalau sudah besar jadi apa? Tak jarang, sang guru menugaskan anak-anak tersebut waktu libur bekerja atau mencari informasi mengenai cita-cita mereka. Walhasil, cara itu dinilai efektif untuk mengarahkan anak-anak untuk meraih ’bintang’-nya kelak.

Belum ada kata terlambat bagi kamu yang saat ini hidupnya bak air mengalir, mengalun saja, kurang challange, punya impian biasa dan bahkan hidup tanpa bermimpi. Memang ada ya? Coba kamu pikirkan kamu ingin jadi apa  dan  bidang yang paling minati. Inget  tentu saja yang  syar’i dong. To be a good wife and mother, to be a successfull entrepreneur, to be the best trainer,  to be famous writer atau whatever lah yang kamu inginkan. 

 

Yang pasti persyaratan impianmu kudu rasional dan spesifik. Rasional menurut siapa? Tentu saja rasional menurut diri kita masing-masing. Kadang orang lain bilang, impianmu terlalu muluk-muluk, ketinggian, ampe bilang  lu mimpi kali ye. Saran saya, jangan pedulikan kata orang iseng. Anggap saja ngetes mental kita.

 

 Selain rasional, impian kamu kudu lebih spesifik agar kamu bisa menjangkaunya dan menghindari sistem borongan. Apa-apa diborong sehingga impianmu malah nggak tergapai dan kamu kurang optimal. Misalnya, impian jadi orang milyuder. Ini masih terlalu umum. Perlu spesifik lagi, misalnya pengusaha agribisnis, pedagang francise, pemilik restoran, pemilik perusahaan (apa) dan sebagainya. Jadi kudu spesifik. So, tetapkanlah impianmu sekarang juga non!

 

2. Buat Target

            Untuk mewujudkan impianmu yang besar kamu kudu mem-break down-nya menjadi target-target  lebih kecil dan batasi dengan waktu. Kalau misalnya kamu pengen jadi penulis fiksi terkenal. Mulai sekarang buatlah target kecil. Misalnya sehari nulis satu tulisan. Dalam jangka waktu sebulan, targetkan tulisanmu masuk media masa. Jangka waktu 5 tahun lagi kamu targetkan sudah buat buku misalnya 50 buah. Terus jangka waktu 10 tahun, tulisanmu go internasional kira-kira begitu ya. Selanjutnya 20 tahun lagi... ngapain ya. Terserah girls saja buat target.

            Susun pula strategi kamu, misalnya ikut organisasi yang sesuai impianmu, banyak bertanya and gaul ama orang ’setipe’. Cari informasi sebanyak-banyaknya jalan menuju mimpimu. Selalu catet dan lakukan rumus PDCA (Plan, Do, Check and Action).

 

3. Tuliskan Impianmu…

            Bila impianmu sudah ditetapkan, maka tulislah impianmu di sepotong  kertas cantik dan tempelkan ditempat yang paling sering dilihat. Di tembok kamar, gantungan mobil, di buku harian atau kalau perlu kamu sebarkan pada orang-orang yang kamu percayai. Fungsi tempelan dan selebaran itu, sebagai pengingat akan impianmu. Sekaligus mengembalikan semangatmu kembali saat down atau malas.

 

So, girls itulah magic-nya sebuah impian, karena akan membawamu pada satu atau beberapa ’bintang’ yang kamu tuju.

 

Nur Aulia Solihah

 

(Sabili, Minggu IV Juli 2006) Di sana diganti bermimpilah dan  kelihatan lebih cantik..


Blog EntryPKI, Timbang Dulu......May 19, '06 6:20 AM
for everyone
PKI, Timbang Dulu
 
Sebut saja namanya Ira (nama samaran). Dia  putri satu-satunya  sebuah keluarga kurang mampu di Sukabumi. Ayah-ibu Ira telah meninggal dunia. Kini ia  tinggal bersama neneknya. Meski kurang mampu, Ira berharap bisa menamatkan pendidikan minimal di Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika itu Ira duduk dibangku kelas 3 SMA. Ia bimbang sekali, uang SPP-nya sudah beberapa bulan menunggak. Belum lagi biaya ujian nasional nanti. Ingin bekerja untuk mencari tambahan biaya sekolah , tapi bekerja apa. Ingin berhutang uang, pada siapa?  Kehidupan tetangga kanan kirinya pun tak jauh berbeda dengan dirinya.
 
Seorang teman laki-laki beda kelas sebut saja Joko (nama samaran juga tuh), menawarinya sebuah transaksi mudah dan menghasilkan uang cepat. Yakni jual beli keperawanan. Yah Ira ditawari untuk menjual keperawanannya pada pria yang kebetulan menjabat sebagai wakil rakyat daerah. Setelah melalui rayuan gombal dan tawar-menawar, akhirnya sang pejabat membuat surat perjanjian dengan Ira. Disepakati   kedua belah pihak, transaksi berlangsung di sebuah hotel dengan harga Rp 3 juta. Usai malam transaksi tersebut, tak dinyana beberapa bulan kemudian, Ira hamil. Dari sejumlah uang yang disepakati, Ira hanya menerima uang Rp 350 ribu. Sisanya masuk ke kantong Joko.
 
 Ira berusaha menuntut tanggungjawab sang pejabat . Namun bapak wakil rakyat tadi mungkir, alasannya dalam surat perjanjian tertulis jelas bahwa ia tak bertanggungjawab apapun yang akan terjadi pada Ira nanti. Jadilah  Ira menanggung malu dan derita selamanya. Impian menamatkan  sekolahnya di depan mata pupus sudah.
Itulah sepenggal kisah Cerita Pagi, sebuah program TV swasta yang tayang setiap hari pukul 7.30.
 
 Sebuah kisah yang mengiris hati. Tahu nggak sih Girls, bisa jadi kisah-kisah Ira lain terserak di bumi pertiwi ini. Kisah para perempuan yang berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan menggadaikan kehormatan, tubuh, fisik, harga diri dan iman demi uang. Selintas kita bisa terima tindakan Ira yang terjepit, namun apakah iya harus dengan  menjual diri.
 
Girls, di era kehidupan kapitalistik-liberal seperti sekarang, dimana ukuran uang atau materi mendominasi, memaksa orang melakukan pekerjaan apa saja. Tanpa pandang halal-haram. Bukan hanya sosok Ira yang terpaksa, banyak pula malah, gadis sadar diri sepenuh hati menekuni profesi yang menjatuhkan martabat perempuan seperti foto model sampul majalah panas, peragawati baju ‘apa adanya’, model iklan yang mengekpoitasi fisik, artis film panas, penyanyi erotis, tukang pijat plus, hostes serta PSK.
 
Girls, seberat apa pun kehidupan yang kamu jalani, plis  jangan sampai menjadi PKI alias Perempuan Kurang Iman. Hidup bahagia sesaat, ngap-ngap di akhirat. Iman kuat merupakan benteng dan filter hidupmu. Tentu saja girl, agar diri ini punya iman laksana batu karang di laut. Girls harus senantiasa memupuknya dengan  rutin mengikuti siraman rohani atau kajian islam. Bergaul bersama  orang-orang sholeh dan sholihah. Berusaha mentadaburi dan mentafakuri hasil ciptaan Allah. Kerlip bintang di langit, anekaragam tetumbuhan, hiruk pikuk disekitar kita. Menginsafi  diri bahwa kita itu mahkluk lemah banget. Segala kekuatan hanyalah milik Allah. So, sandarkan diri  sepenuhnya  beban berat di dada, pada Tuhan semesta alam. Niscaya hidup terasa tenang dan ringan.
            Selain itu, biar tak salah langkah girls hendaknya juga menjadi perempuan haus informasi dan ilmu, dimana pun kamu berada. Kamu bisa mengakses infomasi dan ilmu  dengan berbagai cara. Mau  via TV, diskusi, internet, koran, majalah, baca buku sah-sah saja  ko atau  lewat cerita tetangga ….eh salah kalau ini ngegosip ya. Janganlah  ampe kita jadi Perempuan Kurang Informasi dan ilmu (PKI).    Wah… PKI lagi, PKI lagi nih….. Memang terhadap dua PKI negatif itu, girls kudu  menimbang diri  agar tak terjerat  didalamnya. Coz, perempuan kurang iman akan menderita dunia akhirat. Perempuan kurang informasi  akan tergilas  roda zaman. Nah klo yang PKI satu ini girls kudu usahakan ya, Perempuan Kreatif  Inovatif.
 
Sabili minggu 2 Mei 2006
 

Blog EntryKenapa Kita Menolak Pornografi?Apr 24, '06 2:12 AM
for everyone

Muslimah Tolak Pornografi Pornoaksi

 

            Terkait isu  Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP), kalau lama-lama dicermati nih, antara kubu pendukung dan penolak mirip banget kayak  perang    Barathayuda. Antara pandhawa dan kurawa saling serang, saling bales dan saling lempar opini mencari dukungan masa.  

            Selintas, dua pihak tuh punya alasan jitu. Pendukung RUU APP berujar, undang-undang ini penting untuk menyelamatkan generasi bangsa, menjaga mertabat perempuan, dan meminimalisasi kriminalitas seksual. Penolak RUU APP tak mau kalah. Legalitas UU ini katanya akan memberangus kebebasan ekpresi terutama berpakaian, bersikap dan seni. UU ini juga bakal mengancam disintegrasi bangsa, menebar teror, ancaman, dan tidak memiliki semangat melindungi masyarakat yang plural serta makin mendiskriminasikan perempuan. Tanggal 21 April, bertepatan hari Kartini  nih, rencananya pihak kontra RUU APP bakal menampilkan iklan penolakan RUU APP yang berisi tertimoni para tokoh yang menolak.            Wah apa iya, Kartini akan membiarkan saja pornografi dan pornoaksi menjamur. Apakah tanpa UU APP, pornografi dan pornoaksi bisa ditekan?

            Waduh.. jadi bingung nih, girls kira-kira berada dimana? Gimana kita musti bersikap?Agar nggak salah jalan, girls perlu mikir jernih dulu. Coba telaah yang berikut ini yah..

 

Cowok dan Cewek Punya GN

             Allah men-create manusia baik cowok and cewek. Keduanya punya potensi sama. Salah satu potensinya adalah naluri saling tertarik dan ingin dicintai alias Gharizah Nau’ atau disingkat GN. Seperti magnet kutub  utara dan selatan, bawaannya mendekat, melekat satu sama lain.  He he he kira-kira begitu lhah. Bentuk fisik anak cowok dan cewek dibuat  Allah , pas banget dengan fungsi dan tugasnya. Keberadaan keduanya saling mengisi, memberi, menerima dan bersahabat. Seperti kunci dan gembok, klop deh. Karena fungsi dan tugasnya agak beda itulah, kenapa  Allah musti membuat SOP alias Standar Operasional Prosedur yang sedikit berlainan. Ini bukan diskriminasi lho girls. Jika salah satu ngiri ama SOP lawan jenisnya bakal runyam dunia.

            Jujur saja ya girls, cewek punya daya pesona luar biasa dibanding cowok. Kadang pesona itu bikin lawan jenis, kebat-kebit, dag dig, der,  ngadepin  cewek. Sebaliknya juga.  Ampe segitunya ya. Tapi benar kan. Ngaku aja deh. Tubuh indah dari ujung kaki hingga ujung rambut, suara mendayu, siapa yang punya? Cewek kan. Gara-gara bobroknya akhlak perempuan, Peradaban Romawi runtuh. Gara-gara kaum hawanya kurang bisa ngontrol pesona diri, bangsa Yahudi  hancur.  Gara-gara kehilangan Josephine, kegemilangan Napoleon  pun pudar. Charming perempuan emang hebat. Pantas kalau kaum para ibu sering dapet award ’Perempuan adalah tiang negara’. Eits ... jangan berbangga hati dulu. Makin besar pancaran aura pesonamu maka besar pula tanggungjawabmu.

 

 Pemicu GN Bangkit

            Potensi munculnya GN antara cewek dan cowok normal itu sebenarnya sama. Asal ada fakta terindera dan persepsi. Fakta-fakta pornografi dan pornoaksi yang bisa memunculkan GN misalnya, cowok atau cewek berbaju ’seadanya’ ditempat umum, foto dan gambar porno, blue film,  kaset, CD, VCD adegan panas, tarian, joget erotis, lagu dan suara mengandung unsur porno serta sensualitas.

GN juga bisa bangkit pada  cewek atau cowok yang dia nggak melihat dan mendengar semua fakta itu tapi pikirannya membayangin hal-hal begituan. Yah udah  deh bangkitlah GN-nya. Nah, ketika naluri itu bangkit, pasti butuh pemenuhan atau pelampiasan atau penyaluran. Bagi yang sudah berumahtangga sih, mungkin ngak masalah karena ada penyalurannya. Bagi yang belum nih, orang itu bakalan gelisah dan kepikiran melulu. Energi positifnya pun tersiakan akibat piktor  (pikiran kotor). Ia jadi kurang produktif dan, pikirannya bawaannya geres. Disinilah iman berperan sangat penting  sebagai rem  pengendali yang ampuh.

            Orang yang imannya kuat akan mengalihkan atau menyibukkan diri pada hal-hal positif seperti belajar giat, bekerja keras atau puasa.  Kalau nggak, wah berabe tuh. Mendorong orang berbuat  kriminalitas  seperti pemerkosaan, pelecehan seksual, sodomi dan sebagainya. Tercatat pemberitaan kasus  pemerkosaan di berbagai media kian meningkat dari tahun ke tahun. Rata-rata pelaku pemerkosa melakukannya karena terangsang fakta atau persepsi ’geres’ tadi. So, yang paling rugi siapa? Cewek  kan!

            Dibanding cowok, cewek  lebih bisa mengendalikan diri. Cowok, kalau melihat jemari atau ujung jempol cewek kadang   pikirannya sudah melayang. Mengacaukan radar stabiltas otaknya. Jadilah file persepsi  piktor sosok cewek tersimpan rapi di benaknya.. Oleh karenanya, Allah memerintahkan cewek (cowok juga) untuk menundukkan pandangan bila saling ketemu.

 

            Disamping juga cewek kudu memakai busana muslimah, jilbab dan kerudung. Kewajiban memakai busana muslimah ini bukan bentuk pengekangan kebebasan ekpresi dalam berpakaian. Yah... girls sadar dirilah betapa besar pesonamu merontokkan iman kaum adam.  Jangan pula girls egois atas nama kebebasan ekpresi dan hak asasi manusia, menghilangkan rasa empati pada sahabat lawan jenismu. Allah telah mengetahui hal itu jauh-jauh hari, demi kestabilan hidup bersama, SOP ini kudu dipatuhi.

            Bila girls sudah melaksanakan SOP ini, tapi kriminalitas seksual  tetap terjadi. Si cowok akan mendapat hukuman setimpal. Laki-laki yang sudah menikah dan melakukan pemerkosaan maka hukumannya rajam hingga mati. Sedang laki-laki yang belum menikah dijilid atau cambuk 80 kali. Ini membuktikan syariat Islam sangat memuliakan kehormatan perempuan. Yah... sayangnya syariat Islam belum terterapkan.  Tugas kita bersama agar syariat Islam tertegakkan kembali.

            So, dengan berbagai pertimbangan diatas dan kebaikan bersama, girls sepakat kan.  Kita musti tolak pornografi dan pornoaksi.  Jangan biarkan Kartini menangis, karena perjuangannya ternodai pornografi dan pornoaksi.

           

 

           

 

Nur Aulia Solihah

 Sabili Minggu 2 April 2006

 , Tulisn diatas yang asli... di sabili udah diedit bagus banget.

 


Blog EntryPerempuan MetanoiacFeb 24, '06 3:26 AM
for everyone
Perempuan Metanoiac
Membaca judulnya saja pasti para younger girls bingung kan. Bertanya-tanya dalam hati, metanoaic itu apaan sih ? Apakah sejenis logamkah atau gas beracunkah? Yah selintas memang mirip metal (logam) dan metana (biogas).

Mau tahu metanoiac? Beneran nih? Metanoiac tuh berasal dari bahasa seribu dewa alias Yunani yakni meta dan nous/noos. Meta berarti perubahan, nous/noos berarti pikiran. Kalau digabungkan metanoiac bermakna kemampuan pengubah pemikiran.

Metanoiac sering dikaitkan dengan salah satu model kepemimpinan transformasional atau penerobos. Nyontek perkataan Sarros dan Buchatsky (1996), seorang pemimpin penerobos mampu membawa perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan pengikut disekitarnya karena memiliki pemikiran ‘metanoiac’. Pemimpin tipe ini nih punya talenta untuk mengubah individu be asa (baca biasa: red) to be the best .

Model kepemimpinan metanoiac ini mempunyai empat dimensi yang disebut ‘the four I’s’ . Girls bisa menyingkatnya menjadi empat I yaitu; Idealized influence (pengaruh ideal), Inspirational Motivation (motivasi inspirasi), Intellectual Stimulation (stimulasi intelektual), dan Individualized Consideration (mempertimbangkan orang lain).

Performa pemimpin metanoiac dengan dimensi empat I bisa kita lihat dari kharismanya yang tinggi, perilaku yang membuat para bawahannya mengagumi, menghormati dan sekaligus mempercayai. Pemimpin metanoiac bisa menunjukkan komitmen dan menggugah spirit, optimisme serta antusiasme orang. Pemimpin tipe transformasional ini punya kemampuan menumbuhkan ide-ide baru, memberi solusi kreatif terhadap setiap persoalan. Pokoknya open mind dan dinamis gitu deh. Dia juga sosok yang rendah hati selalu mendengarkan penuh perhatian masukan-masukan orang lain serta selalu memperhatikan kebutuhan orang lain.

Ngomong-ngomong soal kepemimpinan nih, bukan monoton miliknya kaum adam aja lho. Catet sabda Rasulullah s.a.w, “Setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap dari kamu akan dipersoalkan tentang mereka yang dia pimpin.” So, setiap diri kita ini adalah pemimpin minimal untuk diri sendiri. Termasuk kita juga kaum hawa kan. Tul nggak, non?!
Syarat jadi Perempuan Metanoiac
Sayangnya untuk bisa jadi perempuan metanoiac tuh nggak gampang. Tapi don’t be sad. Semua orang bisa ko! Termasuk sobat semua asal berusaha memenuhi beberapa syarat pembangun dimensi empat I. Persyaratan tersebut diantaranya punya worldview, nilai-nilai pribadi, motivasi, pengetahuan mengenai ‘industri’ dan organisasi, punya relasi kuat dalam ‘industri’ dan organisasi, dan punya kemampuan manajeria
l.
Selain itu, dia juga mengantongi sederet reputasi serta catatan rekor prestasi dibidangnya. Sedang yang dimaksud ‘industri’ atau organisasi yakni amanah yang kita emban saat ini. Misalnya, kamu seorang muslimah sekaligus pelajar, ibu rumah tangga, anggota masyarakat, direktur sebuah perusahaan, karyawan, kepala rohis keputrian dan sebagainya.

Dari sekian persyaratan tersebut, poin terpenting yang kudu dimiliki sosok perempuan metanoiac ialah worldview atau cara pandang dalam melihat dunia yang kemudian dijadikan prinsip hidup. Cara pandang ini bakal menentukan sikap, perilaku dan perasaan kamu terhadap segala sesuatu peristiwa yang terjadi disekitar kita. Ketika kamu melihat dengan cara berbeda, maka akan berfikir dengan cara berbeda, merasa dengan cara yang berbeda dan berperilaku berbeda pula.

Begitu pentingnya sebuah worldview bagi kehidupan seseorang, menjadikannya sebagai syarat pertama yang akan mendasari syarat-syarat berikutnya. Worldview akan mempengaruhi niatan dan arah nilai-nilai serta motivasi seseorang dalam berbuat. Oleh karenanya, perempuan metanoiac selalu berusaha menjadikan prinsip worldview-nya sebagai pusat kebenaran. Dia punya visi, misi, tujuan hidup, dan standar yang jelas sesuai worldview . Tak mudah terombang-ambing oleh keadaan yang akan menggoyahkan prinsip hidupnya. Dia merupakan trend setter dan idol orang-orang sekitarnya. Bagi seorang muslimah, worldview-nya tentu saja cara pandang berdasarkan kacamata Islam.

Nena Herlina, peraih Ummi Award tahun 2002 salah satu contoh perempuan metanoiac, Ibu 7 anak ini aktif mengisi berbagai pengajian, dan bekerja sebagai Kepala Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Uswatun Hasanah. Kewajiban rumah tangga, kerja, organisasi, tak mematahkan semangatnya untuk berkontribusi dalam perubahan masyarakat yang islami.
Syahrazad Al Bahry, dengan moto hidup mengabdi pada umat sepanjang hidup, ia aktif terjun di berbagai kegiatan sosial keislaman. Pada tahun 1987 Syahrazad melopori berdirinya yayasan Al-Mustadh’afiin yang kini mempunyai 18 cabang tersebar di Jakarta. Perempuan kelahiran 11 November 1955 ini juga aktif di Al Irsyad, Forum Ukhuwah Muslimat Indonesia (FUMI) dan Muslimah Peduli Umat (MPU). Beberapa sosok perempuan-perempuan metnoiac yang bisa kita contoh yakni, Anaway Irianti Mnsur (istri Anis Matta), Helvi Tiana Rosa (penulis dan sastrawati), Asma Nadia, Ridha Salamah (Sekretaris Jenderal MPU dan ang